Wisnu menekankan bahwa BSI senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan dengan tetap menjaga keberlanjutan keuangan, pertumbuhan bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Kinerja perseroan hingga Agustus 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, ditopang penguatan pendanaan, ekspansi pembiayaan yang berkualitas, serta peningkatan kontribusi pendapatan fee-based income.
Hingga Agustus 2026, BSI membukukan laba sebesar Rp5,30 triliun, tumbuh 10,07 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp389 triliun atau tumbuh 17,71 persen YoY, dengan dana murah (Current Account and Savings Account/CASA) sebesar Rp246 triliun.
Sementara itu, pembiayaan tumbuh 16,21 persen YoY menjadi Rp344 triliun, dengan kualitas pembiayaan (Non-Performing Financing/NPF) secara gross terjaga pada level 1,80 persen. Biaya dana juga terus membaik, tercermin dari cost of fund yang turun 37 basis poin secara tahunan menjadi 2,30 persen. Di sisi pendapatan, fee-based income meningkat 36,27 persen YoY menjadi Rp5,6 triliun.
Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan fundamental BSI sekaligus keberlanjutan pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri dan kondisi ekonomi yang dinamis.
(Rahmat Fiansyah/ADV)