"Namun, perjalanan ESG kami tidak berhenti sampai di sini. Kami terus berkomitmen untuk semakin memprioritaskan dan mengintegrasikan prinsip prinsip keberlanjutan ke dalam operasi bisnis serta keputusan strategis kami," ujar Theodorus.
Dengan upaya tersebut, menurut Theodorus, pihaknya diharapkan dapat lebih berdampak serta memberikan manfaat dan nilai tambah kepada lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Meski berhasil meraih Low Risk ESG Rating hanya dalam beberapa tahun, transformasi ESG Mitratel disebut Thedorus telah berjalan lancar dan instan, di mana pada tahap awal, MTEL fokus menggarap ESG pada penguatan kepatuhan melalui berbagai sertifikasi internasional, peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi hijau, hingga penyusunan strategi keberlanjutan yang menjadi acuan perusahaan dalam jangka panjang.
Selanjutnya, MTEL memperkuat fondasi tata kelola melalui penerapan sistem manajemen keamanan informasi, penguatan kode etik perusahaan, implementasi mekanisme whistleblowing, serta peningkatan kualitas keterbukaan informasi dan pengawasan dewan terhadap aspek ESG.
Penguatan tersebut juga berjalan beriringan dengan aspek standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta berbagai sertifikasi ISO untuk memastikan operasional perusahaan memenuhi standar yang berlaku.