Sementara itu, pengeboran di Pani Gap Area, yang terletak di sebelah selatan deposit utama Pani, menemukan zona mineralisasi emas yang luas dan relatif dekat permukaan. Sistem mineralisasi di area tersebut masih terbuka ke arah barat daya sehingga berpotensi menjadi sasaran pengeboran lanjutan.
Di Kolokoa, pengeboran tahap kedua kembali menemukan mineralisasi emas di dalam maupun di luar sumber daya mineral awal yang diumumkan pada Juni 2026. Pengeboran berikutnya akan difokuskan untuk menentukan sebaran dan kesinambungan mineralisasi sebagai dasar pembaruan estimasi sumber daya mineral Kolokoa.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, EMAS mengalokasikan belanja modal untuk membiayai pengeboran sepanjang 50.000 meter di Pani dan sejumlah target eksplorasi di sekitarnya, dengan fokus pada pengembangan sumber daya mineral dan pengujian potensi perluasan mineralisasi.
Boyke menegaskan, hasil pengeboran terbaru masih merupakan temuan eksplorasi dan belum dapat dikategorikan sebagai estimasi sumber daya mineral maupun cadangan bijih baru. Pengeboran tambahan dan evaluasi teknis lebih lanjut diperlukan sebelum potensi mineralisasi di luar model sumber daya saat ini dapat dimasukkan ke dalam estimasi sumber daya mineral pada masa mendatang.
(Rahmat Fiansyah)