sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Elnusa (ELSA) Bukukan Laba Bersih Rp681,5 Miliar hingga September 2026, Naik 29 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
28/10/2026 09:55 WIB
PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba bersih sebesar Rp681,5 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 29 persen.
PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba bersih sebesar Rp681,5 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 29 persen. (Foto: Ist)
PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba bersih sebesar Rp681,5 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 29 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba bersih sebesar Rp681,5 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang pertumbuhan pendapatan, peningkatan produktivitas operasi, dan penguatan profitabilitas.

Perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,1 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA meningkat 28 persen menjadi Rp1,3 triliun. Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih atau net profit margin (NPM) tercatat sebesar 5,6 persen. 

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang berorientasi pada profitabilitas, efisiensi, dan disiplin keuangan. Pertumbuhan laba yang melampaui kenaikan pendapatan mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam meningkatkan kualitas pendapatan, mengoptimalkan aktivitas bisnis, serta menjaga efisiensi biaya dan produktivitas operasi.

“Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan menunjukkan semakin baiknya kualitas pertumbuhan bisnis Elnusa. Hal ini didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset, serta peningkatan produktivitas di seluruh lini usaha. Kami terus memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya berorientasi pada peningkatan skala usaha, tetapi juga pada profitabilitas yang sehat dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Nelwin dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Dari sisi keuangan, Elnusa mencatatkan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp522,9 miliar. Posisi kas dan setara kas mencapai Rp2,1 triliun hingga akhir September 2026, memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk memenuhi kebutuhan operasional, mengelola modal kerja, dan mendukung pengembangan usaha.

Kontribusi pendapatan Elnusa berasal dari tiga lini bisnis utama. Segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi menyumbang 62 persen, diikuti jasa hulu migas terintegrasi sebesar 30 persen dan jasa penunjang migas sebesar 8 persen. Diversifikasi tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan bisnis perseroan, baik melalui sinergi di lingkungan Pertamina Group maupun pengembangan pasar non-captive.

Hingga akhir September 2026, total aset Elnusa tercatat sebesar Rp11,7 triliun dengan ekuitas Rp5,7 triliun. Perseroan juga mempertahankan peringkat kredit idAA+ dari PEFINDO. Selain memperkuat struktur permodalan, Elnusa membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,29 per saham dengan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 45 persen.

Di sisi operasional, Elnusa terus menjalankan strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), sinergi, dan keunggulan operasional. Pada Oktober 2026, perseroan menuntaskan seluruh program akuisisi data Survei Seismik 2D dan 3D Tedong di Sulawesi Tengah dengan memanfaatkan teknologi STRYDE Nodes dan dukungan mobilisasi udara untuk menghadapi tantangan medan operasi.

Elnusa juga terlibat dalam proyek percontohan peningkatan perolehan minyak melalui injeksi polimer atau chemical enhanced oil recovery (CEOR) berbasis polymer flooding di Lapangan Rama yang dikelola PHE OSES. Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan kapabilitas teknologi dan layanan bernilai tambah untuk mendukung optimalisasi produksi migas nasional.

Memasuki akhir 2026, perseroan berfokus menjaga pertumbuhan melalui penguatan sinergi di lingkungan Pertamina Group dan perluasan pasar non-captive. Elnusa juga akan mengarahkan investasi secara selektif dan terukur, dengan mengutamakan efisiensi, inovasi teknologi, serta pengembangan layanan yang memiliki tingkat profitabilitas sehat.

“Kinerja hingga Kuartal III 2026 menjadi fondasi yang kuat bagi Elnusa untuk menjaga momentum positif hingga akhir tahun. Ke depan, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan yang berkualitas, didukung struktur keuangan yang sehat, disiplin biaya, serta inovasi teknologi dan keunggulan operasional. Kami meyakini konsistensi strategi tersebut akan memperkuat daya saing Perseroan, membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” kata Nelwin.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement