Tekanan tersebut diperkirakan lebih terasa bagi bank yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap deposito berjangka dan pendanaan korporasi.
Dia juga memandang penurunan LDR pada September lebih sebagai jeda sementara ketimbang perbaikan struktural likuiditas perbankan.
"Kami memandang penurunan LDR pada September sebagai kelonggaran sementara, bukan pelonggaran struktural likuiditas perbankan," tulis Nurkholis.
Pasalnya, permintaan kredit produktif masih relatif kuat meskipun terdapat ruang penurunan giro wajib minimum (GWM) hingga 2 poin persentase dalam beberapa bulan mendatang.
BBCA dan BRIS Lebih Menarik, Bank Himbara Perlu Dicermati
Menghadapi kondisi tersebut, Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor tetap selektif dalam memilih saham perbankan.