Di antara emiten yang dicakup Indo Premier, UNTR memiliki porsi kepemilikan investor asing sebesar 64 persen dari free float, disusul AKRA sebesar 51 persen dan ANTM sebesar 48 persen.
Meski demikian, potensi arus keluar dana pasif (passive fund) belum terjadi dalam waktu dekat.
Menurut Ryan, arus keluar tersebut baru berpotensi terealisasi setelah proses konsultasi selesai dan tanggal efektif keputusan diumumkan, yang diperkirakan berlangsung pada semester II-2027.
Dalam periode sebelumnya, tekanan jual lebih mungkin berasal dari investor asing aktif yang keluar lebih awal untuk mengantisipasi perubahan status pasar Indonesia.
Apabila tekanan jual mereda atau Indonesia tidak diturunkan statusnya menjadi Standalone Market, saham dengan kepemilikan asing tinggi justru berpotensi pulih lebih cepat dibandingkan saham yang mengandalkan dividen sebagai penopang.