Ketahanan tersebut ditopang oleh tiga faktor, yakni kepemilikan asing yang relatif rendah akibat pertimbangan lingkungan dan ESG, imbal hasil dividen yang menarik, serta harga batu bara termal yang masih tinggi.
AADI menawarkan estimasi dividend yield 11 persen, sedangkan PTBA sebesar 7 persen.
Di sisi harga, indeks harga batu bara Indonesia (ICI) telah meningkat 37-74 persen sepanjang 2026 dan masih melanjutkan kenaikan secara mingguan, seiring pengisian kembali stok menjelang musim dingin.
“Kami masih menyukai saham-saham batu bara termal, dengan AADI dan PTBA sebagai pilihan utama,” tulis Ryan.
Sebaliknya, saham dengan kepemilikan asing tinggi berpotensi menghadapi tekanan jual lebih besar menjelang keputusan MSCI pada Juni 2027.