Adapun seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMTHMETD, setelah dikurangi biaya-biaya yang menjadi kewajiban Perseroan, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja PPGL.
Rencana private placement tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2026.
Hingga Kamis (17/9/2026), saham PPGL disuspensi sejak 7 September setelah mengalami lonjakan harga hingga menyentuh auto rejection (ARA) delapan kali beruntun dari Rp224 ke Rp468.
(DESI ANGRIANI)