Di China, intervensi pemerintah Beijing turut menjadi perhatian pasar.
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng pada Selasa (3/11) menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung lingkungan ekonomi Hong Kong yang bebas dan terbuka.
Pergerakan bursa Asia mengikuti dinamika di Wall Street.
Saham-saham AS menguat pada perdagangan Selasa seiring kembali bergairahnya perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan di pasar berjangka (futures).
Kontrak Nasdaq 100 yang sempat naik hingga 0,7 persen berbalik turun 0,3 persen. Kontrak berjangka S&P 500 juga menghapus kenaikan yang sebelumnya mencapai 0,5 persen.
Investor tampaknya merespons penghitungan awal suara pemilu paruh waktu AS serta sinyal dari pasar prediksi yang mengarah pada kemenangan Partai Demokrat.
Jutaan warga AS memberikan suara pada Selasa dalam pemilihan yang akan menentukan partai mana yang menguasai Kongres.