Sementara itu, dolar AS melemah 0,2 persen terhadap yen menjadi 157,925 yen per USD, sedangkan euro menguat 0,3 persen menjadi USD1,1194.
Dolar Australia turun 0,2 persen menjadi USD0,6956 setelah data menunjukkan jumlah tenaga kerja Australia turun 39.300 pada September.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 20.000 tenaga kerja.
Investor selanjutnya mencermati pidato sejumlah pejabat The Fed di Bangkok, termasuk Ketua The Fed Kevin Warsh, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS.
Pasar juga menantikan rilis data harga produsen dan penjualan ritel AS pada Kamis. Selain itu, perusahaan chip AI Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III-2026 pada perdagangan Asia. (Aldo Fernando)