Menurut dia, kontrak berjangka KOSPI dan Nikkei menunjukkan tekanan baru pada saham teknologi.
Arus dana pada leveraged exchange-traded fund (ETF) serta risiko kredit di sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi perhatian utama investor.
Tekanan di Asia mengikuti kinerja bursa Wall Street yang mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan sebelumnya.
S&P 500 turun 1,1 persen, Nasdaq Composite anjlok 1,9 persen, sementara indeks saham semikonduktor memperpanjang penurunan untuk hari keenam.
Saham teknologi dan AI menjadi sumber tekanan utama setelah data inflasi AS September menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan.