Sementara sentimen sektor manufaktur mencatat penurunan lebih tajam di tengah kekhawatiran terhadap berkurangnya hari kerja, biaya bahan baku, dan ketidakpastian eksternal.
Pergerakan serupa terlihat di sejumlah bursa utama Asia.
Shanghai Composite turun 0,31 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,51 persen, STI Singapura turun 0,13 persen, sedangkan ASX 200 Australia naik tipis 0,02 persen.
Tekanan di Asia mengikuti pelemahan Wall Street pada perdagangan Senin.
Dow Jones Industrial Average turun 0,67 persen, S&P 500 melemah 0,77 persen, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,92 persen. Kenaikan harga minyak dan yield Treasury menjadi faktor utama yang membebani pasar saham.
Harga minyak sempat melonjak lebih dari USD4 per barel pada awal perdagangan setelah Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kenaikan kemudian mereda setelah mediator dari Qatar dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat dan Iran untuk mencari jalan menuju kesepakatan damai.
Pada penutupan Senin, minyak mentah AS naik USD0,19 menjadi USD92,60 per barel, sedangkan Brent naik USD0,96 menjadi USD105,28 per barel.