"Ini sekarang seperti situasi saling menunggu siapa yang lebih dulu mengalah," ujar Sycamore.
Menurut dia, pasar minyak kemungkinan akan bergerak dalam kisaran USD75-USD95 per barel selama investor menunggu perkembangan negosiasi AS dan Iran.
Kenaikan harga bahan bakar tersebut juga meningkatkan perhatian investor terhadap data inflasi AS. Data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Juli 2026 akan dirilis pada Rabu (12/8/2026).
Pasar memperkirakan inflasi umum naik 0,1 persen secara bulanan, sedangkan inflasi inti diproyeksikan meningkat 0,2 persen.
Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan berpotensi kembali menguat.
Saat ini, peluang kenaikan suku bunga tersebut masih relatif berimbang. (Aldo Fernando)