Berdasarkan pelaku pasar yang dikutip dalam laporan tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga pada September sekitar 34 persen, sedangkan sekitar 66 persen memperkirakan suku bunga tetap.
Analis pasar senior XS.com Antonio Di Giacomo menilai data PPI memperkuat persepsi bahwa tekanan inflasi mulai kembali mereda setelah sempat meningkat dalam beberapa bulan sebelumnya.
"Gabungan CPI yang lebih terkendali dan PPI yang berada di bawah ekspektasi memperkuat kemungkinan Federal Reserve mengambil sikap lebih sabar pada pertemuan berikutnya," ujarnya, dikutip The Wall Street Journal.
Sentimen positif turut mendorong saham-saham teknologi dan semikonduktor di Asia. Kospi Korea Selatan menjadi indeks dengan kenaikan terbesar, mencapai 1,37 persen. SK Hynix melonjak 5,5 persen, sementara LG Electronics naik 4,8 persen.
Di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,89 persen. Kioxia Holdings melesat 6,7 persen dan Advantest naik 5,3 persen.