Mengutip Reuters, imbal hasil US Treasury 10 tahun bertahan di sekitar level tertinggi sejak 2007, yakni 5,2383 persen, dan berada di jalur kenaikan hampir 50 basis poin sepanjang bulan ini.
Kenaikan imbal hasil obligasi menjadi perhatian investor karena tingkat imbal hasil surat utang pemerintah menjadi acuan bagi aset berisiko, sekaligus memengaruhi biaya pembiayaan korporasi dan kredit perumahan.
Tekanan pada pasar obligasi global berasal dari kombinasi memburuknya kondisi fiskal pemerintah, tingginya penerbitan surat utang, serta kenaikan inflasi seiring perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan dan menjaga biaya energi tetap tinggi.
Meski demikian, pasar saham sejauh ini relatif mampu menahan tekanan dari kenaikan imbal hasil.
Ketahanan tersebut ditopang oleh kinerja keuangan perusahaan yang masih kuat, ketahanan ekonomi global, serta ekspektasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).