Aksi kajian buyback saham ini bukan hal baru bagi bank pelat merah tersebut. Pada 2020, BTN pernah menyiapkan anggaran sebesar Rp275 miliar untuk rencana buyback saham melalui pasar sekunder guna merespons tekanan volatilitas pasar akibat pandemi Covid-19.
Di tengah gejolak pasar saham saat ini, Nixon menegaskan BTN tetap fokus memperkuat fondasi bisnis utama, terutama pada sektor pembiayaan perumahan nasional yang didorong oleh Program 3 Juta Rumah serta transformasi menuju beyond mortgage.
"Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar, dan BTN akan terus memperkuat kapabilitas bisnis serta layanan untuk menangkap peluang tersebut secara optimal," kata Nixon.
Dengan demikian, BTN memastikan akan menyampaikan pengumuman resmi serta keterbukaan informasi kepada publik apabila keputusan final mengenai eksekusi aksi korporasi tersebut telah ditetapkan sesuai regulasi yang berlaku.
(NIA DEVIYANA)