Harga pelaksanaan, jumlah saham final, serta ada atau tidaknya pembeli siaga baru akan diketahui dalam prospektus.
Menurut Nurkholis, BRIS menargetkan penambahan modal sebesar Rp13,34 triliun pada 2027 untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan sekaligus memperkuat permodalan.
Namun, kebutuhan tersebut tidak seluruhnya harus dipenuhi melalui rights issue karena sebagian besar dapat berasal dari laba ditahan.
Dengan asumsi konsensus laba bersih BRIS pada 2027 sebesar Rp9,8 triliun dan rasio laba yang ditahan 80 persen, pembentukan modal secara organik diperkirakan mencapai sekitar Rp8,1 triliun.
Dengan demikian, kebutuhan modal yang perlu dihimpun melalui rights issue berada di kisaran Rp5,3 triliun.