Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menggarisbawahi bahwa kunci mendorong UMKM naik kelas, dari mikro hingga menjadi usaha besar, tidak sekadar menambah jumlah kucuran pinjaman, melainkan membangun struktur pembiayaan yang tepat serta tata kelola (good corporate governance) yang transparan.
"Tantangannya bukan semata-mata memperoleh tambahan modal. Yang dibutuhkan juga adalah struktur pendanaan yang tepat, tata kelola yang semakin kuat, dan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh secara berkelanjutan," ujar Loto.
Loto juga menyoroti target rasio pembiayaan bagi UMKM sebesar 25 persen yang sempat menyentuh posisi 20,9 persen namun belakangan mengalami penyesuaian akibat pertumbuhan kredit yang kurang seimbang dibanding segmen korporasi besar. Pasar modal diharapkan hadir menjadi pelengkap pembiayaan perbankan guna mengejar target tersebut.
"Dan jangan takut, karena menurut studi, sebenarnya siapa perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik, justru dia akan menjadi perusahaan yang hidup berkelanjutan. Perusahaan yang memang menerapkan tata kelola yang baik dan transparan itu terbukti menjadi suatu perusahaan yang bisa survive mungkin ratusan tahun dan berkelanjutan," tuturnya.
Loto menegaskan bahwa program Go Public Academy for SMEs dirancang bukan sekadar pelatihan teknis mengenai penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), melainkan sebuah Jalur transformasi fundamental bagi dunia usaha.