Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan finansial pekerja film tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga dengan bagaimana aktivitas keuangan mereka tercatat dan dapat diverifikasi.
Teknologi Bank Amar yang Mendukung Bankability
Kebutuhan ini menjadi salah satu fokus Amar Bank melalui Amar Bank Bisnis dengan pendekatan yang berbeda, yaitu ‘Nurturing’. Dengan pendekatan ‘nurturing’, teknologi Amar Bank memfasilitasi pelaku usaha untuk membangun rekam jejak transaksi, menata pencatatan keuangan, serta mengelola kebutuhan operasional dalam satu platform digital.
“Kami melihat dukungan finansial juga perlu berjalan bersama penguatan tata kelola, agar kreativitas tetap tumbuh dengan fondasi pengelolaan risiko yang lebih kuat. Rekam jejak yang lebih tertata juga membantu perbankan membaca kelayakan kredit pekerja dan pelaku usaha film secara lebih akurat. Inilah langkah konkret Amar Bank untuk mendampingi nasabah agar jadi bankable,” ujar Josua.
Keterlibatan Amar Bank di JAFF Market menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan yang inklusif bagi pelaku di sepanjang rantai industri film, mulai dari pekerja profesional dan rumah produksi hingga usaha pendukung di belakang produksi.
“Kami mengapresiasi komitmen Amar Bank untuk memahami karakter kerja industri film secara lebih utuh. Bagi JAFF Market, kolaborasi ini penting karena industri film tidak hanya berbicara tentang karya, tetapi juga tentang bagaimana orang dan usaha di baliknya dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Karya yang kuat juga membutuhkan fondasi finansial yang sehat,” kata Direktur Bisnis JAFF Market Sekarini Seruni.