sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Asing Lego Dua Saham Bank Besar Rp5 Triliun Sepekan saat IHSG Rebound

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
24/10/2026 09:04 WIB
Investor asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai terbesar sepanjang pekan ini.
Asing Lego Dua Saham Bank Besar Rp5 Triliun Sepekan saat IHSG Rebound. (Foto: Magnific)
Asing Lego Dua Saham Bank Besar Rp5 Triliun Sepekan saat IHSG Rebound. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Investor asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai terbesar sepanjang pekan ini, di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,90 persen seiring pasar dibayangi ancaman penurunan status Indonesia menjadi standalone market oleh MSCI.

Berdasarkan data pasar, BBCA mencatatkan net sell terbesar mencapai Rp2,90 triliun, disusul BBRI sebesar Rp2,11 triliun.

Dengan demikian, total dana asing yang keluar dari kedua saham perbankan tersebut mencapai sekitar Rp5,01 triliun.

Di luar sektor perbankan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan net sell asing sebesar Rp572,76 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp501,34 miliar dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp317,17 miliar.

Saham lain yang turut masuk daftar pelepasan asing terbesar adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp260,92 miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp253,11 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp190,09 miliar, PT ANTAM (Persro) Tbk (ANTM) Rp159,79 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp158,68 miliar, serta PT Indosat Tbk (ISAT) Rp153,04 miliar.

Menariknya, pelepasan asing tersebut tidak selalu diikuti pelemahan harga saham.

Dalam sepekan, saham BBRI justru menguat 10,23 persen, sedangkan TLKM melesat 17,89 persen. BMRI dan BBNI masing-masing naik 15,04 persen dan 15,15 persen.

Kenaikan juga terjadi pada saham komoditas tambang, dengan AADI menguat 14,90 persen, PTBA naik 17,14 persen, TINS menguat 9,86 persen, dan ANTM naik 12,16 persen.

Sebaliknya, BBCA terkoreksi 2,90 persen dan BRIS melemah 6,85 persen.

Secara umum, IHSG menutup perdagangan Jumat (23/10/2026) dengan penguatan 0,95 persen ke level 5.439,26.

Indeks melanjutkan tren penguatan selama empat hari berturut-turut dan mencatatkan kenaikan 4,90 persen sepanjang pekan ini.

Menurut Mirae Asset Sekuritas, penguatan IHSG pada Jumat terjadi meskipun investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,62 triliun.

Kenaikan indeks pada Jumat ditopang penguatan saham-saham grup Sinarmas, termasuk PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang naik 9,45 persen dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 6,16 persen.

Dengan demikian, net sell asing di pasar reguler sepanjang pekan mencapai Rp8,03 triliun.

Tekanan tersebut terjadi setelah MSCI pada 16 Oktober mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi standalone market.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual mulai mereda, tercermin dari histogram negatif MACD IHSG yang terus menyempit. Indikator Stochastic RSI juga bergerak menguat di area pivot.

IHSG yang berhasil ditutup di atas level 5.400 dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan, dengan target pengujian level 5.500-5.600. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement