"Semoga dengan memahami kebutuhan setiap member secara umum dan memberikan solusi-solusinya serta kerja sama bersama dengan SRO dan stakeholder bisa menuju membangun pasar Indonesia itu menjadi kelas dunia," katanya.
Selain edukasi dan advokasi, Armand juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan atau governance bagi seluruh emiten. Menurutnya, penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) tidak dapat dilepaskan dari tata kelola perusahaan secara keseluruhan.
"Bagi saya sih sebenarnya G-nya, governance-nya dahulu. Kalau perusahaannya governance-nya baik, manajemen yang memang ditaruh memang handal, produknya disukai oleh nasabah, perusahaannya akan memiliki kinerja keuangan yang baik dan tentu akan disukai oleh para stakeholdernya, oleh nasabahnya, oleh investor, oleh karyawannya juga akan suka," kata Armand.
Dia menilai perusahaan dengan tata kelola yang baik akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk membangun kinerja bisnis. Setelah perusahaan memiliki tata kelola dan kinerja yang baik, Armand menilai perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan dapat semakin diperkuat.
"Ketika perusahaannya sudah berkembang dia bisa peduli dengan sosial dan environment. Dan itu dilakukan oleh seluruh perusahaan oleh emiten, seharusnya semuanya akan maju dan pasar modal Indonesia ikut maju semuanya. Investornya juga maju, bagi SRO-nya, bagi regulator sebagai pengawas juga semuanya lebih tenang semuanya, kerja samanya akan lebih baik," ujarnya.
(Dhera Arizona)