"Bagaimana kita advokasi, mendengarkan dahulu semua masukan-masukan dan apa yang menjadi kebutuhan utama member dari Asosiasi Emiten tersebut. Misalnya mereka membutuhkan edukasi mengenai tata kelola, mengenai update-update mengenai peraturan, mengenai apa pun juga," kata dia.
AEI, ujar Armand, akan menyusun program-program yang dapat membantu meningkatkan kapasitas para anggotanya. Pelaksanaan program tersebut juga akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di pasar modal.
"Kita akan fokuskan untuk membuat program-program sehingga bisa membantu para anggota kami, dan tentunya juga harus juga bekerja sama dengan para SRO (self-regulatory organizations), dengan para mitra, dengan OJK, dengan Bursa, karena kami semua adalah bagian dari ekosistem pasar modal Indonesia," ujar Armand.
Dia berharap kolaborasi antara AEI dengan SRO, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendorong pasar modal Indonesia semakin kuat dan mampu mencapai standar kelas dunia.