Sementara itu, Direktur Keuangan AMMAN, Anthony Mathias menyebut peningkatan volume penjualan dan harga logam yang menguntungkan menjadi faktor utama penguatan kinerja. Penjualan bersih terdiri dari USD1,38 miliar dari katoda tembaga, USD772 juta dari emas murni, dan USD1,09 miliar dari penjualan konsentrat.
“Kinerja sembilan bulan pertama 2026 mencerminkan dampak positif dari penguatan kinerja operasional, peningkatan volume penjualan, serta kondisi harga logam yang menguntungkan. Penjualan bersih mencapai USD3,24 miliar, meningkat 494 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Anthony.
Dari sisi produksi, volume bijih yang diproses meningkat 38 persen menjadi 32 juta ton. Kenaikan tersebut, disertai peningkatan kadar bijih, mendorong produksi tembaga dalam konsentrat menjadi 332 juta pon dan emas menjadi 541.337 ons. Sementara itu, produksi katoda tembaga naik 150 persen menjadi 102.783 ton dan emas murni meningkat 563 persen menjadi 296.897 ons.
Penguatan kinerja juga tercermin dari arus kas bersih aktivitas operasi yang mencapai USD839,31 juta, berbalik dari arus kas negatif USD888,17 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan turut menurunkan utang bersih 13 persen sejak awal tahun menjadi sekitar USD5 miliar per akhir September 2026. Rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1,9 kali dari 5,4 kali pada akhir 2025.
Sementara itu, belanja modal turun 84 persen menjadi USD170 juta seiring hampir rampungnya proyek-proyek utama dan berkurangnya kebutuhan belanja modal pemeliharaan. AMMAN juga mengumumkan program pembelian kembali saham senilai Rp1 triliun atau sekitar USD55 juta pada 22 Oktober 2026.