Harga bensin yang tinggi telah mendorong kenaikan inflasi secara lebih luas, menekan anggaran rumah tangga dan mengikis kepercayaan konsumen. Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah menghambat pasokan minyak global sejak akhir Februari.
Dampaknya terlihat langsung melalui kenaikan harga bensin, tetapi biaya bahan bakar yang lebih tinggi juga membuat ongkos pengiriman menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut kemudian mendorong kenaikan harga berbagai barang, mulai dari makanan hingga pakaian.
Amerika Serikat akan merilis laporan ketenagakerjaan bulanan untuk September pada Jumat. Pasar tenaga kerja selama ini menjadi salah satu sektor ekonomi yang relatif tangguh, tetapi mulai menunjukkan lebih banyak tanda-tanda tekanan. Pertumbuhan upah juga melambat, sehingga pekerja semakin sulit menghadapi dampak kenaikan inflasi.
(NIA DEVIYANA)