Saham tambang pelat merah PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) juga masuk dalam jajaran saham yang paling banyak dibeli asing. Net buy asing pada ANTM mencapai Rp215,65 miliar, dengan kinerja saham melonjak 9,72 persen sepanjang pekan ke level Rp3.160 per unit.
Berikutnya ada emiten Grup Barito PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan net buy asing Rp177,36 miliar. Saham BRPT menguat 4,61 persen dalam sepekan dan ditutup di level Rp1.930 per unit.
Saham bank Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan net buy asing sebesar Rp140,13 miliar. Namun, pergerakan saham BBCA relatif terbatas dengan kenaikan 0,79 persen ke level Rp6.375 per unit.
Saham produsen rokok kenamaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat net buy asing Rp130,39 miliar. Saham GGRM justru mencatat penguatan signifikan sebesar 14,34 persen sepanjang pekan, hingga ditutup di level Rp21.725 per unit.
Kemudian, saham Himbara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net buy asing sebesar Rp120,32 miliar. Saham BBNI menguat 2,83 persen dalam sepekan ke level Rp3.630 per unit.