SADARI dapat membantu perempuan lebih mengenali kondisi normal payudaranya sehingga bisa menyadari apabila terdapat perubahan yang tidak biasa. Pemeriksaan ini bukan untuk memastikan seseorang terkena kanker, melainkan menjadi langkah awal untuk mengenali tanda yang perlu diperiksakan lebih lanjut.
Perempuan sebaiknya tidak mengabaikan perubahan pada payudara, seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk atau ukuran, perubahan kulit, atau perubahan pada puting. Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Selain SADARI, pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS juga dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan lanjutan seperti ultrasonografi (USG) dapat dipertimbangkan sesuai kondisi dan penilaian medis.
Kemenkes memasukkan pemeriksaan kanker payudara ke dalam program CKG yang diluncurkan pada 2025. Program ini bertujuan membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi berbagai penyakit lebih awal, termasuk kanker payudara.
Namun, pelaksanaan skrining masih menghadapi sejumlah tantangan. Di mana belum banyak masyarakat yang berminat mengecek kesehatan payudaranya di puskesmas.