IDXChannel— Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengenalan kuliner Nusantara sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia. Salah satu upaya dilakukan melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026.
Tujuannya untuk mengajak masyarakat mengenal lebih jauh cerita, tradisi, dan bahan lokal di balik beragam hidangan khas Indonesia. Di tengah perkembangan tren kuliner modern, upaya menjaga makanan tradisional agar tetap dikenal generasi muda menjadi tantangan tersendiri.
Kreativitas dalam penyajian hingga pengenalan kuliner sejak dini dinilai dapat menjadi cara untuk memastikan makanan khas daerah tetap mendapat tempat di tengah perubahan zaman.
Founder sekaligus Chair Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, mengungkapkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar kuliner tradisional tetap relevan bagi generasi muda.
Pertama, pengenalan makanan tradisional perlu dimulai sejak anak-anak. Menurut Vita, kebiasaan menikmati masakan khas Indonesia perlu dibangun sejak dini agar generasi berikutnya mengenal dan menghargai kekayaan kuliner daerahnya sendiri.
Kedua, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kuliner khas wilayahnya. Menurut Vita, keterlibatan pemerintah daerah sangat penting sebagai penjaga warisan budaya lokal, terutama makanan yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Menurutnya, perlu ada program nyata yang membuat kuliner daerah terus dikenal dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Misalnya dengan pengenalan makanan khas melalui program di sekolah.
Ketiga, makanan tradisional perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kreativitas. Vita mengingatkan bahwa pelestarian kuliner bukan berarti setiap hidangan harus disajikan dengan cara yang kaku dan tidak boleh mengalami perubahan.
Ia mencontohkan gudeg yang bisa disajikan dengan kerupuk sebagai alternatif pendamping, tanpa harus selalu menggunakan krecek. Menurutnya, inovasi semacam itu tetap bisa dilakukan selama generasi muda memahami asal-usul makanan dan karakter kuliner yang mereka kembangkan.
“Jangan terlalu kaku. Anak-anak muda juga harus punya kreativitas” menjadi inti pesan Vita dalam mendorong kuliner tradisional tetap dekat dengan generasi baru.
Kreativitas tersebut juga dapat berkembang melalui media sosial. Misalnya, melalui platform TikTok untuk memperkenalkan makanan khas Indonesia dengan pendekatan yang lebih mudah menarik perhatian anak muda.
Dorongan untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kuliner Indonesia ini sejalan dengan penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026. Festival tersebut berlangsung dari 7 Oktober hingga 1 November 2026 di 32 pusat perbelanjaan di berbagai kota di Indonesia.
Mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition”, WIG Culinary Festival 2026, acara ini mengangkat kekayaan kuliner Semarang dan kawasan Joglosemar, yakni Yogyakarta, Solo, dan Semarang.
(Nadya Kurnia)