Kedua, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kuliner khas wilayahnya. Menurut Vita, keterlibatan pemerintah daerah sangat penting sebagai penjaga warisan budaya lokal, terutama makanan yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Menurutnya, perlu ada program nyata yang membuat kuliner daerah terus dikenal dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Misalnya dengan pengenalan makanan khas melalui program di sekolah.
Ketiga, makanan tradisional perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kreativitas. Vita mengingatkan bahwa pelestarian kuliner bukan berarti setiap hidangan harus disajikan dengan cara yang kaku dan tidak boleh mengalami perubahan.
Ia mencontohkan gudeg yang bisa disajikan dengan kerupuk sebagai alternatif pendamping, tanpa harus selalu menggunakan krecek. Menurutnya, inovasi semacam itu tetap bisa dilakukan selama generasi muda memahami asal-usul makanan dan karakter kuliner yang mereka kembangkan.
“Jangan terlalu kaku. Anak-anak muda juga harus punya kreativitas” menjadi inti pesan Vita dalam mendorong kuliner tradisional tetap dekat dengan generasi baru.