“Kemudian yang terakhir adalah penyakit jantung, yaitu yang kita sebut sebagai kardiomiopati dilatasi, ya. Kontraksi otot jantungnya itu akan melemah. Dan ini merupakan efek akumulasi dari berbagai penyebab. Bisa jadi karena hipertensi yang tidak ditangani, kelebihan cairan dalam jangka waktu yang panjang, kondisi anemia, kondisi hiperkalemi, ini juga bisa menyebabkan menurunnya fungsi jantung pada anak,” tegas dia.
Mengingat kompleksnya potensi komplikasi yang dapat terjadi, dr. Reva mengimbau para orang tua dan tenaga medis untuk memberikan penanganan dini dan pemantauan secara menyeluruh bagi anak yang terdiagnosis penyakit ginjal kronik.
“Untuk itu, anak dengan penyakit ginjal kronik harus ditatalaksana secara komprehensif untuk melihat ya berbagai kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi pada anak tersebut,” pungkas dr. Reza.
(Nadya Kurnia)