IDXChannel—Anggapan bahwa konsumsi obat darah tinggi atau hipertensi secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat merusak organ ginjal masih beredar luas di kalangan masyarakat.
Mitos tersebut sering kali membuat pasien enggan meminum obat secara rutin dan memilih berhenti begitu merasa kondisi tubuhnya membaik.
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), membantah tegas mitos tersebut.
Sebaliknya, kerusakan ginjal hingga gagal ginjal paling banyak dialami oleh penderita hipertensi yang tidak minum obat secara teratur.
"Termasuk yang paling sering adalah ginjal, kerusakan ginjal. Coba main-main ke unit cuci darah. Mayoritas adalah penderita hipertensi yang tidak minum obat. Iya. Bukan karena sebab lain, mayoritas karena hipertensi. Tanya sama dokter ginjal," tegas Prof. Yoga saat ditemui usai konferensi pers World Heart Day di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/9/2026).