“Yang pertama adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini bisa terjadi karena gangguan pengaturan tekanan darah pada anak di ginjal dan juga kondisi kelebihan cairan yang terjadi secara kronik,” kata dr. Reza.
2. Anemia
Selain berfungsi menyaring racun, ginjal juga berperan penting dalam memproduksi hormon eritropoietin, hormon yang menstimulasi pembentukan sel darah merah. Ketika fungsi ginjal terganggu, produksi hormon ini merosot secara drastis.
“Yang kedua adalah anemia. Ini banyak mekanismenya. Salah satunya adalah pada anak dengan penyakit ginjal kronik, kurangnya produksi hormon eritropoietin yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah, ya, tapi tentunya ada penyebab-penyebab lainnya,” jelas dia.
3. Gangguan Elektrolit dan Asam Basa
Kerusakan pada organ ginjal membuat kemampuan tubuh dalam mengontrol keseimbangan kadar elektrolit dan keasaman darah menjadi terganggu. Dampaknya, anak rentan mengalami ketidakseimbangan nutrisi dan senyawa penting dalam tubuh.
“Yang ketiga adalah gangguan elektrolit dan asam basa akibat gangguan proses pengaturan elektrolit dan asam basa di ginjal anak yang bermasalah ya. Jadi anak bisa mengalami hiperkalemi, kemudian bisa mengalami hiponatremi, kemudian juga asidosis metabolik,” terang dr. Reza.