IDXChannel - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan, pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal dan stabilitas sektor keuangan nasional guna menjaga daya tahan perekonomian Indonesia dari eskalasi guncangan global.
Menurut Juda, berbagai risiko global saat ini saling terhubung secara kompleks. Sebagai contoh, konflik geopolitik berpotensi mengganggu pasokan minyak dan memicu kenaikan harga energi, yang pada gilirannya berdampak pada inflasi, suku bunga global, arus modal, nilai tukar, hingga biaya pembiayaan.
Oleh karena itu, kebijakan fiskal melalui APBN dituntut berperan optimal sebagai peredam guncangan (shock absorber) sembari menjaga disiplin dan keberlanjutan keuangan negara.
“Strategi fiskal harus tetap adaptif, prudent, dan berorientasi pada pertumbuhan; melindungi perekonomian saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal di masa depan,” ujar Juda dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).