Awal bulan ini, Venezuela dan AS mengumumkan kemitraan yang melibatkan Chevron, Eni, dan GE Vernova yang bertujuan meningkatkan produksi minyak mentah. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa kesepakatan-kesepakatan tersebut mewakili potensi investasi senilai "puluhan miliar" dolar.
Pemerintah AS juga telah menegosiasikan kepemilikan saham sebesar 35 persen di North American Blue Energy Partners, perusahaan milik pengusaha Venezuela, Alejandro Betancourt.
TotalEnergies sebelumnya telah beroperasi di Venezuela selama beberapa dekade sebelum mengurangi kehadirannya.
Perusahaan tersebut dan Equinor dari Norwegia keluar dari proyek minyak Petrocedeno pada 2021 seiring dengan langkah perusahaan energi asing menarik diri dari negara itu. CEO TotalEnergies, Patrick Pouyanne, saat itu mengatakan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan rencana perusahaan untuk mengurangi jejak karbonnya, bukan karena situasi politik Venezuela.
TotalEnergies kemudian menarik diri dari operasi gas alam di Venezuela dengan melepas saham mayoritasnya di YPergas.