Selain itu, ujar Rizal, Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan untuk periode Juli, Agustus, dan September. Total beras yang dikeluarkan untuk program tersebut hampir mencapai 1 juta ton.
Stok Bulog juga berkurang akibat penyaluran beras melalui program SPHP.
"Ditambah lagi penyaluran SPHP, SPHP yang kami salurkan di awal tahun sampai hari ini sudah mencapai 800 ribu ton. Jadi keluarnya cukup banyak alhamdulillah," katanya.
Di sisi lain, Rizal menyampaikan stok beras Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mencapai 22.051 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 21 ribu ton berada di gudang, sedangkan 802 ton lainnya berada dalam pengolahan lokal dan regional.
Bulog juga tengah memproses pengiriman tambahan beras untuk memperkuat stok di NTT. Pengiriman tersebut diperkirakan mencapai sekitar 75 ribu ton.
"Kami juga sedang memproses pengiriman untuk menambah ketebalan stok yang ada di NTT, karena apa, di NTT itu kami lihat nanti perpanjangan masa tanggap darurat sangat memungkinkan karena kondisi NTT sangat memprihatinkan," kata Rizal.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran beras Bulog di NTT mencapai 2.679.645 kilogram (kg) atau sekitar 2.679 ton. Penyaluran tersebut terdiri atas sekitar 1.700 ton untuk kebutuhan bencana alam, 104 ton untuk cadangan daerah, dan 839 ton untuk bantuan pangan.
(Dhera Arizona)