Yoseph juga mengingatkan seluruh pihak agar pemanfaatan BBM bersubsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya. Pengawasan perlu diperkuat untuk memastikan tidak terjadi penyelewengan sehingga subsidi benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh petani yang berhak.
Sementara itu, Perwakilan Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa pendirian SPBU Khusus Petani merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam memperkuat jaringan penyaluran BBM bersubsidi, khususnya di wilayah yang menjadi sentra dan lumbung pangan nasional. Penguatan akses terhadap BBM bersubsidi diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan usaha tani, termasuk pengoperasian traktor dan alat mesin pertanian lainnya, sehingga kegiatan pengolahan lahan hingga penanaman dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,33 triliun untuk Provinsi Papua Selatan guna memperkuat kawasan tersebut sebagai lumbung pangan Indonesia Timur. Bantuan diserahkan langsung oleh Mentan Amran saat menghadiri Gerakan Tanam Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).
“Total bantuan untuk Papua Selatan tahun 2026 mencapai Rp1,33 triliun. Semua bantuan ini untuk masyarakat, untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” kata Amran.
Dukungan tersebut mencakup pembangunan lahan dan irigasi, alsintan, benih, pupuk, pestisida, serta pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan sebagai bagian dari percepatan modernisasi pertanian di Papua Selatan.