Untuk mematangkan rencana aksi di lapangan, kedua pihak bersepakat membentuk tim bersama yang bertugas mengkaji seluruh dimensi kemitraan, mencakup penyesuaian regulasi, ketersediaan lahan, spesifikasi teknologi, hingga skema pelaksanaan pembangunan.
Tim gabungan ini diperkuat oleh sejumlah pejabat Kementerian PKP, antara lain Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Roberia, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Tim bersama tersebut diagendakan segera melakukan koordinasi lanjutan sekaligus meninjau lokasi-lokasi lahan potensial yang siap dikembangkan. Laporan hasil survei dan rekomendasi kerja tim akan diserahkan langsung kepada Menteri PKP dan Duta Besar RRT pada akhir September 2026.
Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperkuat sinergi dengan Indonesia di sektor permukiman. Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui kemitraan pertukaran pengalaman manajerial serta transfer teknologi dalam tata kelola dan pembangunan perumahan.
(NIA DEVIYANA)