Menurut penggunaan, impor bahan baku/penolong menjadi komponen impor terbesar, dengan nilai USD133,38 miliar atau naik 20,67 persen. Selanjutnya, impor barang modal mencapai USD36,75 miliar, naik 18,82 persen, sedangkan impor barang konsumsi tercatat sebesar USD16,27 miliar, naik 15,48 persen.
China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan nilai USD66,64 miliar (42,42 persen). Posisi berikutnya ditempati oleh Jepang sebesar USD8,88 miliar (5,65 persen) dan Australia sebesar USD7,31 miliar (4,65 persen).
Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari–Agustus 2026 terutama berasal dari beberapa komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD24,91 miliar, bahan bakar mineral USD18,84 miliar, besi dan baja USD12,10 miliar, nikel dan barang daripadanya USD8,38 miliar, serta alas kaki USD4,33 miliar.
(NIA DEVIYANA)