IDXChannel - Raksasa pelayaran Denmark, Maersk, melampaui perkiraaan laba pada kuartal II-2026.
Dilansir dari The Business Times pada Kamis (13/8/2026), konflik di Timur Tengah dan permintaan yang kuat mendorong tarif pengiriman lebih tinggi.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Maersk untuk periode April-Juni mencapai USD3 miliar, atau sekitar Rp54 triliun.
Angkanya lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebesar USD2,12 miliar dalam jajak pendapat yang dilakukan perusahaan terhadap 11 analis.
Kinerja Maersk merupakan indikator penting perdagangan global. Perusahaan tersebut adalah pengirim kontainer terbesar kedua di dunia.
Raksasa perkapalan ini mencatat peningkatan keuntungan dari gejolak perdagangan global yang mendorong kenaikan tarif pengiriman, termasuk perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengganggu lalu lintas melalui Selat Hormuz, serta ancaman kelompok Houthi di Laut Merah.
Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa penguatan pasar angkutan barang baru-baru ini hanya bersifat jangka pendek. Normalisasi lalu lintas di Laut Merah akan memberikan tekanan penurunan yang signifikan pada tarif angkutan barang. (Wahyu Dwi Anggoro)