Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, mengatakan Pertamina memandang penguatan kapabilitas dan budaya keberlanjutan sebagai faktor penting dalam mendukung transformasi perusahaan di tengah dinamika industri energi.
"Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," ujar Wenny.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas program penguatan kapabilitas yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan just transition, di mana keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi, tetapi juga oleh kesiapan insan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan.
"Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat," ujar dia.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan. Menurutnya, penguatan kapabilitas SDM harus berjalan beriringan dengan pembangunan budaya agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi.