Dia menambahkan, peluang pengembangan daya tarik wisata alternatif, termasuk wisata edukasi yang relevan dengan potensi energi dan lingkungan, dapat dikaji bersama sepanjang memungkinkan secara teknis, memenuhi aspek keselamatan, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, potensi panas bumi dapat dipahami tidak hanya dalam konteks penyediaan energi, tetapi juga sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai masa depan pembangunan daerah.
“Pada akhirnya, yang perlu dibangun adalah kesamaan visi bahwa kemajuan daerah harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, perencanaan yang matang, dan sinergi seluruh pihak, pengembangan energi panas bumi dan pariwisata dapat dibahas secara proporsional untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta memperkuat perekonomian lokal,” katanya.
(Dhera Arizona)