Inflasi pada Agustus 2026 tetap terkendali sebesar 3,19 persen (yoy). Inflasi inti relatif stabil pada 2,92 persen, sementara inflasi administered prices tercatat 3,32 persen. Kondisi tersebut mendukung stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan dan komoditas global.
Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN melalui optimalisasi aktivitas ekonomi dan investasi, dukungan terhadap agenda pembangunan prioritas, serta penguatan pertumbuhan berkelanjutan.
APBN tetap diarahkan untuk melindungi masyarakat, menjaga daya beli dan kesejahteraan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pendapatan negara yang diperkuat, belanja yang efektif dan produktif, serta defisit yang dikelola secara sehat, pruden, dan terkendali.
(Shifa Nurhaliza Putri)