Selanjutnya, pemerintah memperkuat ekosistem pembiayaan yang terbukti mendorong realisasi investasi semester I-2026 hingga menyentuh sekitar Rp1.010 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (YoY) dan menyerap 1,4 juta tenaga kerja, dengan porsi realisasi di luar Pulau Jawa mencapai 50,2 persen.
Untuk memastikan keberlanjutan ekspansi tersebut, strategi ketiga diarahkan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui program magang bagi 150.000 peserta dan penyaluran 220.000 lulusan vokasi guna memenuhi kebutuhan 9 juta tenaga kerja digital hingga tahun 2030.
Terakhir, pemerintah mengandalkan diplomasi dan perluasan akses pasar internasional dengan mengimplementasikan 25 perjanjian perdagangan bebas, mengawal proses aksesi OECD yang kini telah mencapai 80 persen, serta secara aktif bernegosiasi untuk keanggotaan dalam CPTPP.
Pemerintah juga terus memperluas peran 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru, termasuk pengembangan KEK pendidikan dan digital seperti di Malang dan kawasan Nongsa.
Di saat bersamaan, sektor industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki yang menyerap 4 juta tenaga kerja dengan nilai ekspor USD12 miliar tetap mendapat ruang perlindungan dan akses pasar global.