Sementara itu, tingkat inflasi Agustus 2026 berada di kisaran 3,19 persen, tingkat kemiskinan turun ke 8,07 persen, rasio Gini berada di posisi 0,368, serta tingkat pengangguran melandai ke 4,65 persen.
Dari sisi pembiayaan, Indonesia berhasil mempertahankan peringkat kredit (credit rating) di level BBB dengan outlook stabil dari S&P.
Untuk memuluskan jalan menuju peta jalan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, pemerintah mengoptimalkan bauran kebijakan fiskal, moneter, serta keterlibatan lembaga investasi Danantara dan sektor swasta.
Sektor-sektor masa depan seperti kendaraan listrik (EV), digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pertanian, dan energi terbarukan diproyeksikan menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
Airlangga membeberkan empat strategi utama pemerintah untuk menopang agenda ekspansi ekonomi nasional. Strategi pertama berfokus pada deregulasi dan debottlenecking melalui percepatan perizinan berbasis risiko lewat Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026, yang mana peran Satgas Deregulasi telah berhasil menyelesaikan 135 dari 177 kendala regulasi investasi.