IDXChannel - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent meminta para pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk tetap fleksibel tentang suku bunga.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (28/9/2026), pernyataan itu disampaikan di tengah pandangan para pembuat kebijakan The Fed yang semakin hawkish.
Menurut Bessent, peningkatan produktivitas yang dipicu booming kecerdasan buatan (AI), serta upaya deregulasi yang dilakukan Presiden Donald Trump, akan membantu menjaga inflasi AS tetap terkendali.
"Mereka harus tetap berpikiran terbuka," kata Bessent dalam sebuah wawancara.
"Inflasi inti sangat tenang, dan bahkan telah turun selama beberapa bulan terakhir," katanya.
Harga konsumen AS, tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,3 persen pada Agustus dan meningkat 2,4 persen secara tahunan, menurut data pemerintah yang dirilis pada 11 September.
Beberapa hari kemudian, The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kalinya sejak 2023.
Inflasi tahun ini didorong oleh harga solar dan bensin yang mencapai rekor tertinggi, yang terkait dengan perang di Iran dan Ukraina.
Kondisi geopolitik tersebut memengaruhi ekonomi AS dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di seluruh dunia. (Wahyu Dwi Anggoro)