IDXChannel - LippoLand melihat kebutuhan hunian di Indonesia masih sangat besar seiring backlog kepemilikan rumah yang mencapai sekitar 9 juta keluarga. Kondisi tersebut mendorong perusahaan memperluas peran dari pengembang kawasan menjadi property enabler dengan menghadirkan hunian yang lebih terjangkau.
CEO LippoLand, David Iman Santosa mengatakan kebutuhan perumahan nasional tidak dapat dipenuhi oleh satu pihak sehingga membutuhkan kolaborasi antara pengembang, perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian," kata David dalam keterangan resmi, Jumat (2/10/2026).
Salah satu upaya LippoLand adalah mengembangkan hunian dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dengan skema cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan. Produk tersebut telah terjual sekitar 5.000 unit, meskipun perusahaan menilai skalanya masih jauh dari kebutuhan perumahan nasional.
Menurut David, pengalaman LippoLand selama 39 tahun di industri properti digunakan untuk mencari solusi yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Perusahaan juga berupaya memberikan kontribusi melalui penghibahan lahan sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara.
Di sisi bisnis, LippoLand mencatat pra-penjualan sebesar Rp5,32 triliun pada 2025 dengan penjualan mencapai 6.047 unit. Portofolio perusahaan mencakup berbagai segmen, mulai dari Essential dan Affordable hingga Premium dan Ultra Luxury.
Memasuki usia ke-39, LippoLand juga melihat segmen hunian menengah sebagai salah satu pasar yang potensial. Segmen dengan harga sekitar Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar dinilai menjadi sweet spot bagi banyak pengembang karena memiliki pasar yang luas.
"Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian," ujar David.
Salah satu produk yang disiapkan untuk segmen tersebut adalah Brentwood Villas, yang akan diperkenalkan di tujuh lokasi di Indonesia. Produk ini mengusung konsep Vertical Villas yang menyasar kebutuhan hunian premium bagi keluarga multigenerasi.
Brentwood Villas menawarkan konfigurasi dua hingga tiga lantai. Pada tipe tiga lantai, setiap tingkat memiliki fungsi berbeda, mulai dari ruang untuk orang tua dan area layanan, ruang interaksi keluarga, hingga area kamar utama dan kamar anak.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan, pengembangan Brentwood Villas mempertimbangkan perubahan aspirasi konsumen yang kini tidak hanya melihat luas dan lokasi rumah, tetapi juga fungsi serta pengalaman hunian.
"Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari," ujar Jopy.
Dalam pengembangannya, LippoLand menggandeng Alex Bayu dari Genius Loci sebagai home designer dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai landscape designer. Kolaborasi tersebut mencakup desain rumah, interior, lanskap, hingga hubungan antara bangunan dan lingkungan.
LippoLand menilai pengalaman 39 tahun menjadi modal untuk terus menyesuaikan produk dengan perubahan kebutuhan konsumen. Perusahaan kini menempatkan relevansi, adaptasi, kemitraan, dan inovasi sebagai bagian dari strategi untuk memperluas perannya di industri properti Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)