“Hubungan kedua negara memang tidak selalu seimbang, tetapi kepentingannya jelas saling terhubung. Kepentingan dalam negeri, seperti pasokan gas, tentu perlu dijaga. Namun pernyataan keras dan emosional dari pejabat publik justru berisiko memperkeruh keadaan,” kata Herry.
Menurut dia, pemerintah perlu mengedepankan komunikasi, menghormati kesepakatan yang berlaku, serta mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan kedua negara.
“Setiap kebijakan perlu mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Menjaga hubungan baik dengan negara tetangga seperti Singapura juga bagian dari menjaga kepentingan ekonomi Indonesia sendiri,” tegasnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)