Menurut Freddy, kepastian permintaan dari pembeli atau buyer juga diperlukan sebelum petani menentukan jadwal produksi. Dengan mengetahui permintaan pasar, petani dapat menyesuaikan kualitas, kuantitas, hingga harga produk yang akan dihasilkan.
"Harus ada kepastian permintaan dulu dari buyer, dari pembeli. Baru dia membuat jadwal tanam dan juga mengetahui kualitas, kuantitas, dan juga harga untuk pasar yang memang sudah diketahui," ucap Freddy.
Selain stabilisasi harga, Kementan tengah menyiapkan sejumlah komoditas hortikultura sebagai fokus pengembangan. Salah satunya bawang putih yang diarahkan untuk mencapai swasembada melalui penguatan ketersediaan benih.
"Sekarang kita mau memperkuat swasembada bibit benih, benih bawang putih. Jadi kita mau rencananya setelah benih kita banjir di Indonesia, 1 sampai 3 tahun ke depan, itu akan memperkuat fondasi kita nanti bisa swasembada bawang putih," ungkap Freddy.
Sementara itu, untuk komoditas buah, pemerintah mendorong durian agar lebih berorientasi ekspor. Freddy mengatakan pengembangan varietas unggulan terus dilakukan agar durian Indonesia dapat bersaing dan diminati pasar luar negeri.