Di sektor manufaktur, pemerintah konsisten memperkuat industri padat karya sembari membuka pintu perdagangan internasional. Subsektor tekstil dan alas kaki tercatat menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja domestik dan menyumbangkan devisa ekspor hingga USD12 miliar.
Pada kancah global, posisi tawar Indonesia dipertegas melalui peran aktif di forum G20, pemenuhan tahapan aksesi OECD yang kini telah melampaui 80 persen, serta proses pengajuan keanggotaan dalam perjanjian dagang kemitraan trans-pasifik.
Serangkaian kerja sama ekonomi luar negeri tersebut diterapkan demi memperlebar akses pasar ekspor dan mengangkat daya saing produk industri dalam negeri di pasar global.
“Angka semata tidak menciptakan kemakmuran, yang terpenting adalah mengubah investasi, teknologi, dan reformasi menjadi lapangan kerja, produktivitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita,” urai Airlangga.
(Febrina Ratna Iskana)