“Untuk 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6 persen, inflasi 2,5 persen. Tiga kondisi harus terpenuhi yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).
Aktivitas investasi nasional pun mempertahankan tren positif, tecermin dari realisasi penanaman modal pada paruh pertama 2026 yang menyentuh kisaran Rp1.010 triliun, atau terkerek 7,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Akumulasi modal tersebut sanggup menyerap 1,4 juta tenaga kerja, dengan komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 50,2 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 49,8 persen. Pemerintah bakal membenahi iklim usaha lewat pemangkasan birokrasi dan perbaikan standar pelayanan publik, salah satunya melalui implementasi Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat perizinan berusaha terintegrasi berbasis risiko.
Langkah penguraian sumbatan investasi diperkuat peran Satuan Tugas Deregulasi di bawah supervisi pemerintah, yang sejauh ini berhasil merampungkan penyelesaian atas 135 dari total 177 aduan persoalan regulasi dan hambatan proyek di lapangan.
Di sisi lain, ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus dimatangkan sebagai pusat magnet investasi baru. Saat ini telah beroperasi 25 KEK seluas hampir 24.000 hektare yang bergerak pada klaster industri manufaktur, pariwisata, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, teknologi, digital, hingga sektor jasa komersial.