Lebih jauh, Airlangga memaparkan bahwa stabilitas ketahanan energi dan akselerasi transformasi digital merupakan fondasi krusial penopang kekuatan ekonomi domestik.
Pada lanskap digital, adopsi sistem pembayaran QRIS telah menjangkau 61 juta pengguna serta memfasilitasi 44 juta merchant, dengan valuasi ekonomi digital nasional mendekati USD100 miliar. Penguatan ekosistem teknologi dirancang agar membentuk rantai nilai komprehensif, mulai dari pembangunan pusat data pengembangan AI, industri semikonduktor, hingga penyediaan talenta terampil.
Hingga 2030, Indonesia diproyeksikan membutuhkan 9 juta sumber daya manusia di bidang digital atau berkisar 600 ribu tenaga profesional per tahun, sementara Kawasan Nongsa dipersiapkan guna membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru di sektor teknologi.
Capaian Ekonomi Semester I-2026
Lebih lanjut, Airlangga menggarisbawahi bahwa perekonomian dunia masih dilingkupi tingkat ketidakpastian yang tinggi, terutama yang bersumber dari tiga saluran risiko utama, yaitu sektor energi dan logistik, arus perdagangan dan investasi, serta dinamika pasar keuangan global.
Dalam situasi tersebut, sejumlah institusi internasional turut memperkirakan laju ekspansi ekonomi dunia berpotensi mengalami perlambatan akibat rentetan tantangan yang belum kunjung mereda.